Selamat Datang
di dunia maya. Disini, Kita bisa akan menuangkan waktu bersama untuk menjadikan
kehidupan lebih berarti dengan menulis. Ya, menulis. Seperti biasa. Hanya beda
media. Jika selama ini garis-garis kertas yang jadi hiasan, kini akan ada
istilah-istilah baru yang tak perlu kamu hafal. Slider, dropdown, laman,
sidebar, dan istilah-istilah lain yang terkadang membuatmu merinding.
-||~~||-
Sudah berapa
lama tintamu kering? Mulai kapan ia menangis dalam wujud penamu, karena sama
sekali tak tersentuh? Dan selama itulah, kamu seharusnya sadar bahwa akupun
juga mencoba menguatkan diri agar tak terlihat lemah tanpamu. Tapi aku tak
bisa. Dan salahnya, aku tak tahu motif
apa yang jadi dasar ingin hidup tanpamu. Takut ketergantungan? Salah satu
alasan yang seharusnya tak pernah perlu untuk jadi piihan. Tapi nyatanya,
selama ini kamu hanya bisa menikmati kesepian, begitu pula denganku. Dan
berjalan dalam rentang waktu yang panjang. Terlalu lama untuk kerinduan yang
bisa saja ditumpahkan kapanpun.
Aku tak sabar untuk
kembali, menebus dosa dengan berubah lebih disiplin mengikat waktu. Banyak
waktu yang seharusnya kamu punya hak untuk jadi opsi. Tapi faktanya, jarang
terpilih. Aku tak tahu kenapa dan minta maaf untuk hal ini. Dan berusaha lebih sering
untuk mengunjungimu dengan kata-kata lebih bermakna, meski tak panjang.
Mungkin ini
–blog- bukan sarana paling sempurna untuk mengungkapkan cerita. Tapi kemana
lagi aku akan mengajakmu menulis bila tidak disini. Ruang yang digunakan orang
sekelas Gunawan Muhammad, Seno Gumira Ajidarma, Emha Ainun Nadjib, Dewi Lestari, dan penulis lain untuk menuangkan tulisan panjang mereka, selain
buku dan media masa.
Aku takut kamu
bosan dengan buku-buku dan kertas yang terkadang berserakan. Maka aku ajak kamu
menulis disini. Mungkin menulis terus menerus di kertas juga bukan ide baik. Sudah
terlalu banyak pohon yang tumbang untuk memenuhi kebutuhan penulis.
Kamu tak akan
bisa sebebas angin sebelum membuang hasratmu untuk mencapai sesuatu yang tak
akan membuatmu berarti. Terlalu banyak keinginan yang tak penting. Dan menulis
tak pernah dianggap sia-sia. Kini aku mungkin tak lagi bersama kalian, pena,
bolpoin, kertas, buku. Tapi jiwa kalian untuk menyediakan ruang menulis tak pernah
hilang. Ruang ini menjadi wakil untuk menyiratkan energy kepenulisan yang
tertaut.
Selamat
datang, selamat datang, kini akan ada tumpahan berarti di kanvas electric blog
untuk meneteskan cerita, setetes demi setetes. Mencairkan kebekuan dalam otak.
Menyejukkan jiwa yang kelu. Selamat datang, catatan. Beri arti untuk siapapun
yang membacamu. Dan beri arti pada penulismu untuk menjadi baik, dan semakin
baik setelah menuliskanmu.
“Lembutkan
perasaanmu dengan cinta kepada sesama tanpa memandang siapa. Dan tuliskan
apapun yang membatu agar mencair tanpa ada hasrat kebencian"
Zaidan
Musthofa Alawy
27
Mei 2014
