I Just Wanna Say,
miss you, writing.
Tak banyak
yang ingin aku katakan kepadamu tentang hal ini, scream. Jiwaku yang
mendorongnya mencoretkan sesuatu tentangnya. Tak banyak hal yang aku tau, dan
kehadiranku memang karena aku tak banyak tau. Tapi suatu saat akan banyak yang
aku tau. Ini akan menjadi cerita baru, mungkin sudah saatnya. Sudah saatnya aku
melepas perahu cerita di pelabuhan. Dan tuhan menganugerahkan pelabuhan Blogger
Energy.
Kamu harus
tau, bahwa aku menulis disini, tidak lagi di kertas, salah satunya adalah
karena komunitas ini membuka mataku bahwa tidak semua akan tertulis dalam buku,
di atas kertas. Terlalu banyak hal yang bisa dimanfaatkan tanpa harus
mengurangi volume pohon di dunia. Dan salah satunya dengan blog.
Ekosistem kita
sudah rusak, semut sudah mulai gerah dengan keadaan bumi. Bapaknya bercerita
bahwa kehidupan sebelumnya jauh lebih tentram dari apa yang kini terjadi. Anak
semut blesteran belanda itu hanya mengangguk-anggukkan kepala, tanda paham. “Bangsa
kita tidak hanya politik yang berubah sangat tidak kondusif. Cuaca pun sama” begitu tuturnya.
Scream, mataku
menyipit. Aku ngantuk. Tapi masih ingin menulis. Aku seperti mencoretimu dalam
gelap. Tapi tak apa, hati masih cukup terang untuk menuliskan tentangnya.
Asem Manis
Cintalah yang sebenarnya membuatku “terperosok” di tempat ini {{ maksudku, tempat
ini, blogger energy, kalau diterima }}. Mungkin alangkah baiknya jika orang-orang akan membaca
cerita yang sudah aku tuliskan di tubuhmu kemarin-kemarin, juga nanti, tentang apa yang
terjadi.
Asem manis cinta dan cerita yang ada di buku itu hampir sama dengan apa yang pernah terjadi. Meski ceritaku lebih sangat kekuarangan “gula”. Itu yang membuatmu ada disini, menghuni komplek internet, rumah blog.
Asem manis cinta dan cerita yang ada di buku itu hampir sama dengan apa yang pernah terjadi. Meski ceritaku lebih sangat kekuarangan “gula”. Itu yang membuatmu ada disini, menghuni komplek internet, rumah blog.
Tak banyak
yang aku tau tentang blog, yang aku tau hanya menulis, titik. Blogger energy
adalah ilham tentang keberadaan wadah apresiasi karya, mungkin demikian. 12
cerita asem manis cinta membuatku terjun. Bebas mengatakan apapun, apapun! Apalagi
ketika mataku mengantuk seperti sekarang. Aku harap kamu belum mengantuk,
scream. Aku masih ingin menulis. Aku butuh rokok, mungkin merokok akan
membuatku lebih tentram.
Ahahahahahahaha,
bahkan aku lupa kalau aku bukan perokok. Hal-hal seperti ini {{ lupa banyak hal }} bisa terjadi
ketika mata mulai menyipit dan berwarna agar merah.
Soal memilih
blogger personal, aku kira memang harus personal. Karena memang yang keren
adalah cerita, bukan iklan, apalagi iklan obat pengeras & pembesar ..... suara.
Kemarin aku
sudah mengucapkan selamat datang untuk Blog. Dan kini, saatnya mengatakan
selamat bertemu. Ia yang sudah menjerusmukan masuk ke sini, Blogger Energy
dengan bukunya, Asem Manis Cinta. Cerita-cerita yang membuka lembar nostalgia. Tak
apa, aku sudah (hampir) sebepenuhnya move on.
Terima kasih
blogger energy, semoga benar-benar menjadi wadah yang tepat untuk menjadi
pelabuhan cerita. Dan benar-benar tepat untuk berbagi sesuatu.
Scream,
ternyata mataku sudah tak kuat. Tadi siang aku belum tidur. Maaf, mungkin sudah
saatnya aku menutup mata. Esok hari kita harus bertemu lagi. Men~dansa-kan
cerita kembali.
“Saat
matamu kehilangan daya kedip. Itu berarti kamu tak punya lagi warna. Semua
tertidur, kecuali hatimu. Sedang kamu sendiri menontaktifkan apa yang sanggup
aktif kapanpun. Sudahlah, aku mengantuk”
