Selasa, Juni 17, 2014

Maybe Blogger Energy

BY Unknown IN 3 comments


I Just Wanna Say, miss you, writing.
Tak banyak yang ingin aku katakan kepadamu tentang hal ini, scream. Jiwaku yang mendorongnya mencoretkan sesuatu tentangnya. Tak banyak hal yang aku tau, dan kehadiranku memang karena aku tak banyak tau. Tapi suatu saat akan banyak yang aku tau. Ini akan menjadi cerita baru, mungkin sudah saatnya. Sudah saatnya aku melepas perahu cerita di pelabuhan. Dan tuhan menganugerahkan pelabuhan Blogger Energy.
Kamu harus tau, bahwa aku menulis disini, tidak lagi di kertas, salah satunya adalah karena komunitas ini membuka mataku bahwa tidak semua akan tertulis dalam buku, di atas kertas. Terlalu banyak hal yang bisa dimanfaatkan tanpa harus mengurangi volume pohon di dunia. Dan salah satunya dengan blog.
Ekosistem kita sudah rusak, semut sudah mulai gerah dengan keadaan bumi. Bapaknya bercerita bahwa kehidupan sebelumnya jauh lebih tentram dari apa yang kini terjadi. Anak semut blesteran belanda itu hanya mengangguk-anggukkan kepala, tanda paham. “Bangsa kita tidak hanya politik yang berubah sangat tidak kondusif. Cuaca pun  sama” begitu tuturnya.
Scream, mataku menyipit. Aku ngantuk. Tapi masih ingin menulis. Aku seperti mencoretimu dalam gelap. Tapi tak apa, hati masih cukup terang untuk menuliskan tentangnya.
Asem Manis Cintalah yang sebenarnya membuatku “terperosok” di tempat ini {{ maksudku, tempat ini, blogger energy, kalau diterima }}. Mungkin alangkah baiknya jika orang-orang akan membaca cerita yang sudah aku tuliskan di tubuhmu kemarin-kemarin, juga nanti, tentang apa yang terjadi.
Asem manis cinta dan cerita yang ada di buku itu hampir sama dengan apa yang pernah terjadi. Meski ceritaku lebih sangat kekuarangan “gula”. Itu yang membuatmu ada disini, menghuni komplek internet, rumah blog.
Tak banyak yang aku tau tentang blog, yang aku tau hanya menulis, titik. Blogger energy adalah ilham tentang keberadaan wadah apresiasi karya, mungkin demikian. 12 cerita asem manis cinta membuatku terjun. Bebas mengatakan apapun, apapun! Apalagi ketika mataku mengantuk seperti sekarang. Aku harap kamu belum mengantuk, scream. Aku masih ingin menulis. Aku butuh rokok, mungkin merokok akan membuatku lebih tentram.
Ahahahahahahaha, bahkan aku lupa kalau aku bukan perokok. Hal-hal seperti ini  {{ lupa banyak hal }} bisa terjadi ketika mata mulai menyipit dan berwarna agar merah.
Soal memilih blogger personal, aku kira memang harus personal. Karena memang yang keren adalah cerita, bukan iklan, apalagi iklan obat pengeras & pembesar ..... suara.
Kemarin aku sudah mengucapkan selamat datang untuk Blog. Dan kini, saatnya mengatakan selamat bertemu. Ia yang sudah menjerusmukan masuk ke sini, Blogger Energy dengan bukunya, Asem Manis Cinta. Cerita-cerita yang membuka lembar nostalgia. Tak apa, aku sudah (hampir) sebepenuhnya move on.
Terima kasih blogger energy, semoga benar-benar menjadi wadah yang tepat untuk menjadi pelabuhan cerita. Dan benar-benar tepat untuk berbagi sesuatu.
Scream, ternyata mataku sudah tak kuat. Tadi siang aku belum tidur. Maaf, mungkin sudah saatnya aku menutup mata. Esok hari kita harus bertemu lagi. Men~dansa-kan cerita kembali.
Photobucket



“Saat matamu kehilangan daya kedip. Itu berarti kamu tak punya lagi warna. Semua tertidur, kecuali hatimu. Sedang kamu sendiri menontaktifkan apa yang sanggup aktif kapanpun. Sudahlah, aku mengantuk”