Sabtu, Oktober 11, 2014

Jika Tuhan Tak Menghilang

BY Unknown IN 7 comments

Jika Tuhan tak menghilang, cerita tentang air mata mungkin tidak pernah ada. Jika Tuhan tak menghilang, kamu masih akan terus tenang dengan masa depan tanpa bayang-bayang masa lalu. Jika Tuhan tak menghilang, DNA pasti akan terus baik-baik saja, dan trilyunan sel dalam dirimu tak akan memilih padam. Jika Tuhan tak menghilang, ia tak perlu dan tak pernah ada sejengkal saja berada di memorimu.
Catatan panjang tentang kehidupan mungkin akan semakin membuatmu bijaksana dan sadar bahwa hidup ini bukan play station yang bisa diulang-ulang. Kamu tau, ada jutaan orang sedang sibuk dengan jari mereka, bersama tanda tanya. “Apa yang mesti aku lakukan? Untuk apa aku hidup? Bagaimana harus bersikap?” Dan kamu tanpa sadar sudah melakukannya dengan tersirat dengan menulis. Tulisanmu adalah dirimu, renunganmu.
Kamu akan terus diseret bayangan masa lalu. Ia membekas seperti luka pedang yang pernah menyayat wajahmu. Tidak sadar? Masa lalu telah merusak banyak hal yang akan jadi masa depan. Melupakan banyak hal yang seharusnya tak patut dilupakan. Dan mengingat hal-hal yang seharusnya tak patut diingat. Itu kesalahanmu sendiri!
Siapa yang kini jadi sandaranmu ketika kenyataan telah membekali luka? teman ngopi? Teman remi? Diri sendiri? Bahkan untuk menyangga dirimu dari luka saja kamu tak bisa. Allaaaaaaah, anta taf’alu ma si’ta. Wa ana ‘indaka li tho’atik bi hubbii ilaika, bi khoufi ilaika. Wa fi kulli haal, anta taf’alu bi qudrotikal khoir, fi khoir, ala khoir, min khoir, ila khoir. Bi luthfika, bi rohmatika, ana a’ti nafsi ilaika, Ya Allaaaaaaaah” ((Hizbul Musthofa))
Siapa lagi? Maka, andaikan ada “sejumput” saja Tuhan dalam dirimu ketika masa-masa itu akan bergerak menginjak-injak masa depanmu. Kamu pasti berlari, menghindar. Tuhan tak akan membiarkanmu tergerus, jika ada sedikit saja cinta yang tersisa untuk-Nya.
Tapi apa yang kamu lakukan? Memilih menuruti dirimu yang tak pernah berhenti menginginkan kepuasan, kenikmatan. Jika “Tuhan memilih menghilang” dari dirimu, itu adalah hal wajar. Kamu sendiri tidak mencoba untuk mengganggam “jari-Nya” untuk tetap berada dalam dirimu. Tuhan tak ingin “diduakan” dengan kehinaan. Dan apa yang kamu lakukan pada masa lalu adalah kehinaan yang memaksa “Tuhan angkat kaki”.
Ah, tentu wajar pula jika kamu sekarang merasa kecewa. Pasti! Pelajaran berharga yang tak perlu kamu pikir, tapi yakinkan benar dalam dirimu, “Kehidupan tanpa melibatkan Tuhan akan melahirkan kekecewaan”. Sudah terlalu banyak bukti, dan kamu tak bisa mengelak, kamu sendiri sudah menjadi saksi dan merasakan sendiri bagaimana keadaan tanpa Tuhan telah membuatmu tak berdaya.
Perempuan, benda, harta, jiwa, akal, apa yang dibanggakan? Ia tak akan menjadi apapun kecuali kekecewaan jika Tuhan tidak kamu ajak “mengurusnya”. Jika kamu sudah tak memberi ruang pada Tuhan untuk ikut andil, pastikan saja dirimu mulai saat ini bahwa apa yang kamu lakukan adalah kesia-siaan belaka. Kemungkinan terfatalnya, masa depanmu akan menjadi buram.
Jangan pernah sekali-kali mencoba menjadi musuh Allah jalla-jallaluh. Ia adalah penguasa segala hal, bahkan juga atas dirimu. Kamu akan mengatakan, aku tak mungkin memusuhi Tuhan. Tapi bagaimana dengan sikap yang selama ini kita tunjukkan? Sudahkah tidak “menyakiti perasaan-Nya”, melakukan yang tidak Tuhan sukai?
Scream, satu hal yang sangat patut kamu bahagiakan dari gelapnya masa lalu adalah pelajaran, sebuah pengalaman untuk melangkah esok hari. Tapi jangan pernah mengira bahwa tak ada rasa perih sebab pernah melumuri diri dengan noda. Kamu pasti merasakannya, ia seperti luka goresan pedang di wajahmu yang selalu berbekas.
Aku akan bicara seolah-olah kamu adalah aku, scream. Maaf. Ini akan memudahkanku mengurainya.
Masih sangat jelas teringat tentang perempuan kemarin yang berkhianat kepadamu. Satu-satunya perempuan yang kamu pilih untuk kamu cintai selamanya. Kamu berharap hanya sekali jatuh cinta, dan berjalan dengan baik.
Ya, awalnya memang baik. Ia bisa menerimamu sebagai seorang laki-laki yang mencintainya. Kamu berharap saat itu, hal tersebut sebagai tanda baik untuk melangkah menuju arah yang lebih serius. Tapi nyatanya, Tuhan berkendak lain. Ia mungkin memilih laki-laki lain sebagai pendamping hidupnya, meski sampai sekarang belum menikah. Dan meskipun pula sudah terjadi apa yang terjadi.
Tapi dari situ, kamu mulai sadar benar bahwa apa yang kamu inginkan bukanlah hakim untuk takdir masa depan. Dan mulai sadar pula, ternyata kamu tidak sama sekali mengajak Tuhan menjaga hubungan kalian. Ah, tapi akhirnya kamu sadar kan? Kedekatan dengan Tuhan jauh lebih nikmat dari apapun. Termasuk dengan perempuan yang dulu kamu pilih untuk benar-benar kamu cintai. Dan hubungan yang tidak berdasarkan ketentuan Tuhan tentu menjadi boomerang untuk cinta kalian. Selalu akan ada hal-hal buruk yang terjadi ketika pilihanmu adalah ketidakbaikan.


“Maka, sebuah kehidupan tanpa Tuhan tidak akan memberikan sebuah kebaikan apapun. Di Akhirat, atau bahkan mungkin dunia pun sudah menjadi pedang mematikan untuk kehidupanmu.”

Zaidan Musthofa Alawi


7 komentar:

  1. Daleeeeeeeeem. Iya terkadang manusia lupa, mereka ngerasa ga musuhin Tuhan tapi kadang tanpa sadar mereka ngelakuin tindakan atau hal hal yang dibenci Tuhan. Dari yg terkecil sampe yg besar.
    Nice post brooo .

    BalasHapus
  2. goks...!!! dalem banget tulisannya, pesannya tersampaikan! nice post !!

    BalasHapus
  3. Iya gue juga gak bisa ngebayangin gimana seseorang bisa hidup tanpa Tuhan, semua orang berTuhan bahkan atheis sekalipun sebenarnya mereka berTuhankan akalnya. *tsahh

    BalasHapus
  4. Daritadi baca ini artikel akunya manggut-manggut aja kak, keren banget dan memang semua yang ditulis disini benar bangett. Keren kak :)) Artinya dalemmmmm banget deh :)

    Memang benar kita nggak bisa hidup tanpa Tuhan, maka dari itu apapun yang kita lakukan selalu serahkan semuanya sama Tuhan :))

    BalasHapus
  5. Kerennnnnnnnnnnnnnnnnn, luluh ni hati dibuatnya. Terima kasih sudah saling mengingatkan.

    BalasHapus
  6. ngebaca tulisan ini serasa ditampar. kadang memang manusia sering lupa, sibuk mengejar dunia tp lupa akan akhirat. lupa akan Tuhan-Nya. padahal jika apa yg kita lakukan dgn menyertakan Tuhan, pasti semuanya akan terasa mudah. akan terasa gampang.

    trimakasih udh mengingatkan lewat tulisan ini bahwa kita nobody tanpa-Nya. kita bukan siapa2. kita hanya sebutir debu yang jika Tuhan menghilang, habislah kita

    BalasHapus
  7. Tulisannya menusuk gue banget.. siip dah

    BalasHapus