Jumat, Desember 26, 2014

Zakia Luthfiani: Diamlah di Tempatmu.

BY Unknown IN 7 comments

 Aku ingin sekali mengatakan kepadamu tentang apa sejujurnya yang terjadi. Dan semua itu akan terlepas dari beban yang harus tertanggung. Buatlah aku mudah mengatakannya. Buatlah aku tak punya keraguan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Jadikan segalanya sederhana...
Keadaan telah mengharapkan jutaan pelajaran untukmu dan semoga kau tak pernah ingin merasakan betapa pahitnya sebuah pelajaran berharga yang harus kau telan. Berhentilah disitu dan menikmati kehidupanmu yang telah berada di posisi paling indah. Tak ada yang lebih indah dari keadaan yang kini kau jalani. Yakinlah, aku sudah merasakannya sendiri. Sebuah keadaan buruk yang pernah kita inginkan.
Untuk kali ini, biarkanlah aku bertutur atas dasar ajaran yang kini kita yakini. Kita bicara soal hati dan hubungan kita dengan Tuhan. Jika aku tidak berpijak diatas dasar Tuhan, akan dengan apa aku bertutur? Bukankah aku, kamu, kita diciptakan pun untuk menuhankan Tuhan?
Kita pernah berdiskusi tentang bagaimana kelak ketika kita beranjak dewasa. Ketika kita mungkin mulai jatuh cinta pada seseorang. Akankah kita akan menjalin sebuah hubungan seperti apa yang dilakukan mereka pada umumnya?
“Mungkinkah kita akan pacaran kelak?”
Aku jawab dengan senyum. “Mungkin tidak.”
“Mungkin aku bisa memegang apa yang kamu katakan kini. Tapi nanti? Kita tak tau akan adanya perubahan”
“Jika misalnya kita sudah menemukan seseorang yang pas dan menawan hati kita. Benteng besar harus kita dirikan untuk tidak sama sekali tergoda dan tak terkalahkan oleh keinginan yang akan menggebrak dengan keras”
“Kamu yakin? Kita belum sama sekali mengenal cinta dengan sungguh-sungguh. Jangan-jangan ia kan menjadikan kita tunduk dan dengan mudah mengatakan, aku mencintaimu, dan kita akan pacaran dengan seseorang yang kita pilih”
“Jangan-jangan kamu memendam keinginan untuk pacaran?”
“Aku tak tau. Mungkin iya, mungkin pula tidak. Tapi, aku tak bisa menjanjikan untuk tidak pacaran. Bukan karena aku tak tau bahwa ia bukan sebuah hal yang cukup baik untuk menjadi pilihan. Hanya saja, aku tak cukup punya keyakinan bahwa kekuatanku mampu membentengi cinta hadir tanpa adanya sebuah hubungan yang mungkin disodorkan padaku”
“Setidaknya kita bisa memanagenya dari sekarang untuk tidak...”
“Dan mungkin rencana kita akan hancur berhamburan ketika cinta datang dengan pergerakan yang belum pernah kita sentuh sebelumnya”
Ketika itu aku ngotot bahwa pacaran adalah jalan paling buruk yang akan kita pilih. Dan kini aku kembali datang dengan apa yang dulu aku yakini. Sebuah persepsi yang mungkin lebih matang, lebih dewasa, masuk akal, dan membuatmu percaya.
Pi, apa yang kamu katakan sangat tepat. Kita tak tau kelak apa yang terjadi ketika cinta datang dan kita belum pernah sekalipun mengenalnya. Ia datang disebuah ruang dan waktu yang menurut kita terus sempurna untuk menjadi alasan melepaskan janji-janji yang pernah kita ucapkan. Godaan itu datang bertubi-tubi dan kita mungkin akan terjatuh.
Dan kau tau, Pi. Aku benar-benar terjatuh!
Segalanya terasa indah ketika seseorang yang kita cintai seolah memberikan segala hal untuk mengindahkan hati kita. seolah segalanya menjadi sangat indah dan akan terus indah. Warna hari menjadi lebih bercorak, dan pada akhirnya kita menentukan sebuah pilihan untuk menurunkan benteng yang susah payah kita bangun.
Kita tidak sedang membicarakan tentang sakitnya patah hati. Tidak sekarang, mungkin nanti. Keadaan wushul kita kepada Tuhanlah yang menjadi sedemikian terganggu ketika kita sudah memiliki untuk menjalin hubungan dengan seseorang, dan na’asnya. Hubungan itu bukan ikatan yang bersandar pada ajaran yang kita yakini.
Ada rasa kecewa, khawatir dan cemas ketika kita beranjak menuju pelataran munajat pada Tuhan. Sedang kita sadar, dan tau bahwa hubungan dengan orang yang kita cintai tersebut menggerus kita sedikit demi sedikit untuk menjauh dari ajaran yang kita dekap.
Dan kau tentu tahu bahwa keinginan (nafsu dan iblis) bukan tanpa strategi untuk menghancurkan kita. Mereka menggiring sedikit demi sedikit agar kita tidak terlalu sadar sedang digerus menuju perubahan besar. Pada sebuah keadaan yang membuat kita tidak lagi berjalan di atas rel kita sebagai manusia yang bertuhan.
Sangat sulit untuk menggambarkan betapa sulitnya menjaga diri dari dosa ketika kita sudah memilih untuk menjalin hubungan asmara dengan seseorang. Senyumnya yang manis, jemari yang lembut, tutur kata yang lirih. Kau akan menikmati betapa indahnya kehidupan dengannya, terasa indah. Tapi ketika kau pulang, menghamparkan sajadahmu, akalmu yang mati kembali hidup dan merasakan betapa keruh dirimu. Detik-detik yang seharusnya berisi Tuhan harus mati karena hasratmu pada cinta yang tidak bisa dibendung.
Ada banyak pelajaran yang bisa kau ambil. Tapi cukuplah itu menjadi milikku yang akan bagi tanpa kau harus merasakan betapa pahitnya sebuah kenyataan dan pelajaran. Jika suatu saat kau jatuh cinta, jangan memilih untuk berjudi dan berharap bahwa cinta dengan pacaran akan bisa membuatmu terus berfikir logis. Tidak, pi! Ada sebuah dorongan yang membuatmu merasa berbenturan dengan naluri, tapi kau menampiknya dan nalurimu terbuang begitu saja.
Berhentilah ditempatmu sekarang. Jangan berpikir bahwa aku curang dan memilih untuk pacaran tapi tidak mengizinkanmu melakukannya. Jika aku boleh memilih, aku akan memilih tetap berada di tempatmu dan tidak pernah sama sekali bersentuhan dengan pacaran. Aku tidak mengizinkamu karena tak ingin kau sepertiku sekarang yang terus dihantui rasa kecewa dan bersalah.
Berhentilah di tempatmu tanpa sekalipun bersentuhan dengan pacaran. sekali saja kau terjatuh, mungkin sisa hidupmu akan terisi sesal karena pernah memilih sebuah jalan gamang yang suram.
Berhentilah disitu, nikmati kehidupanmu yang suci.

Zadain Musthofa Alawi


7 komentar:

  1. Duh awal tahun kok udah liat postingan galau begini ya :') Padahal saya lagi mencoba berbahagia.. Kalo menurut saya hubungan asmara lebih baik dijalanin dulu sebaik-baiknya, jangan kebanyakan dipikirin, nanti yg ada malah muncul banyak keraguan yg bisa menghancurkan hubungan itu sendiri #eaa. Yang penting dua-duanya berjuang buat hubungannya.

    BalasHapus
  2. Yah ada baiknya emang gak pacaran dulu. Tetap ditempat untuk selalu berbenah. Tapi klo misal gak pacaran malahan kepikiran mulu dan gak berbenah dan hanya terus memikirkan mikirkan ada baiknya ya belajar merelakan klo tidak mau pacaran.

    Btw, gue agak kaget ini postingan 2014. Gue cek-cek lagi emang gak pernah nulis lagi. Wah kemana aja nih kak kok menghilang. Yuk ahhh, bikin seru lagi bloggger. :)))))

    BalasHapus
  3. Kayaknya ini sengaja diperuntukan buat seseorang yaa? Gue sendiri masih bingung sama jenis tulisan ini, masuknya cerpen atau curhat.. Hehehe abis diksinya dalem sih!

    dan gara-gara baca komentar Rifqi gue baru sadar juga kalo ini postingan 2 tahun lagi. Uwaaah...

    BalasHapus
  4. Ini sebenernya curhat yang dibuat seperti cerpen ya? Isinya galau galau gimana gitu, heee

    Hidup itu harus dinikmati mas, ya kalau jodoh pasti gak akan kemana kok.

    Iya nih tulisan udah tahun 2014 yang lalu ya, berarti ini sudah lama kamu tulis.

    BalasHapus
  5. Pacaran bisa dilihat dari banyak sudut pandang. Dari kebanyakan pemuka agama, mereka beranggapan bahwa pacaran bisa menjerumuskan sepasang manusia ke lembah maksiat. Namun, dari sebagian pendapat psikolog yang pernah gue baca, pacaran bisa membuat pasangan mengenal lebih dekat pribadi satu sama lain sebelum menuju ke jenjang pernikahan. Jadi, dari kisah yang ditulis, gue menyimpulkan bahwa mereka lebih memilih untuk gak pacaran dan menjaga cinta suci mereka.

    BalasHapus
  6. kalau gue mah nggak pacaran karena nggak punya pacar hehe

    semoga siapapun yang ada dalam tulisan ini senantiasa menjaga keyakinannya untuk tidak pacaran. tapi gue mohon untuk segera menikah, karena hasrat manusia itu harus tersalurkan haha

    BalasHapus
  7. BROKER BERBASIS DI INDONESIA
    TRADING ONLINE TERPERCAYA
    PILIHAN TRADER #1
    - Tanpa Komisi dan Bebas Biaya Admin.
    - Sistem Edukasi Professional
    - Trading di peralatan apa pun
    - Ada banyak alat analisis
    - Sistem penarikan yang mudah dan dipercaya
    - Transaksi Deposit dan Withdrawal TERCEPAT
    Yukk!!! Segera bergabung di Hashtag Option trading lebih mudah dan rasakan pengalaman trading yang light.
    Nikmati payout hingga 80% dan Bonus Depo pertama 10%** T&C Applied dengan minimal depo 50.000,- bebas biaya admin
    Proses deposit via transfer bank lokal yang cepat dan withdrawal dengan metode yang sama
    Anda juga dapat bonus Referral 1% dari profit investasi tanpa turnover......

    Kunjungi website kami di www.hashtagoption.com Rasakan pengalaman trading yang luar biasa!!!

    BalasHapus